sebanyak apapun buku kau baca, bila tak kau tuliskan ulang, maka kau bisa lupa, makanya, ayo menulis
Sabtu, 01 Desember 2018
Senin, 19 November 2018
Apa karena aku perempuan?
Apa karena aku perempuan?
Oleh Khairun Nisa
Apa yang anda pikirkan tentang judul
diatas? Sebuah ketidak terimaan kah? Sebuah kekesalan kah? Atau sebuah
kekecewaan karna terlahir sebagai perempuan? Ya aku bernama Nisa yang terlahir
sebagai seorang perempuan. Aku anak perempuan satu satunya di keluarga aku.
Keluarga yang bergaris keturunan jawa yang mengikut system patriaki. Dimana lelaki lebih mendominasi dibanding perempuan.
Dulunya aku tak pernah mempermasalahkan
hal ini. Aku enjoy dengan semua yang kumiliki dan yang ku dapatkan, sebab
ayahku tak membeda-bedakan aku dengan adikku. Untuk pekerjaan rumah, kami
berbagi tugas, tak melulu aku yang menyapu rumah atau mencuci baju. Untuk
urusan luar, seperti berkebun dan yang sebangsanya, perbedaannya tak begitu
mencolok, walau tetap saja hal-hal berat dilakukan ayahku. Untu merangkai pipa,
aku bias walau tak mahir. Merangkai kabel juga bukan masalah yang amat besar
bagiku, kecuali bila kabel yang rusak berada di tempat yang tinggi. Menggergaji
kayu/papan juga aku bias, membongkar pasang baut, dan hal hal lain yang umumnya
dikerjakan oleh ayahku, bukan ibuku.
Nisa kecil bukan gadis yang berdiam
di kamar memainkan boneka, tapi seorang gadis cilik yang suka ke sungai untuk
memancing, walau nyatanya hanya membuat rusuh. Aku juga suka memanjat pohon,
yang mengajarkan aku keahlian ini adalah almarhumah ibuku. Memanjat pohon
merupakan cara yang paling mudah ku lakukan saat aku meraju. Kecepatan lariku
jelas tak seberapa bila dibanding ayahku, tapi karna ayahku tak pandai
memanjat, jadi ini keuntunganku. Sampai disini aku masih sering senyum senyum
sendiri saat mengenang masa kanak kanak ku.
Di kelas 5 SD, saat computer masih
menjadi barang langka dan mahal, ayahu mengajakku ikut kursus singkat, sanya
sebulan di momen bulan ramadhan. Kala itu aku jadi peserta paling muda dan
ayahku yang paling tua. Peserta lain rata-rata usia smp atau sma. Singkatnya,
mengenai operasional windows dan ms office aku bisa walau sedikit. Setidaknya
aku jadi lebih unggul dibanding teman teman sebaya ku.
Selama di SD, aku selalu berada di
rangking tiga besar, dengan peraih yang itu itu saja. Memasuki SMP, kegemaranku
merusuhi kawan saat memancing perlahan menghilang, namun kalau urusan panjat
pohon, aku masih gemar melakukannya. Aku cenderug suka di kamar dengan
novel-novel yang kupinjam dari perpustakaan sekolah. Hamper tiap pekan aku
meminjam buku, baik novel maupun buku pelajaran. Kegilaanku terhadap novel tak
dapat dikendalikan, menjadi seorang yang ramai
dalam sunyi dan sunyi ditengah keramaian. Aku rela menunda waktu makanku
demi menyelesaikan satu bab yang kala itu kubaca, rela menunda tidur, dan
parahnya hingga berani menunda sholat. Saat SMP aku meraih rangking 1 terus
dikelas. Bukan untuk membanggakan diri, namun sebagai bukti bahwa aku pernah
berprestasi. Seusai dari SMP, aku memutusan untuk meninggalkan daerahku, yakni
desa sungai cuka kecamatan kintap kabupaten tanah laut. Aku menempuh pendidikan
SMA di sekolah negeri yang bernama SMA Negeri 2 Banjarbaru. Kala itu aku jadi
cewek BJB, yang tinggal di rumah sepupu. Disitu aku disadarkan tentang
kedudukan perempuan. Dan realita bahwa pada masyarakat perempuan menjadi
masyarakat nomor dua. Namun aku tak juga menyadari itu.
Saat masa SMA yang menyenangkan telah
berakhir, aku berada di masa transisi dari siswa menuju mahasiswa. Aku bingung
mau mengambil jurusan apa. Aku masih gamang dengan masa depanku, saat itu aku
sama sekali tak bisa memilih arah.
Orang tua ku dating memberi nasehat,
katanya kalau perempuan lebih baik jadi
guru, lebih banyak libur dan punya banyak waktu luang, bisa mengurus rumah,
suami dan juga anak[1].
Aku saat itu enggan untuk berdebat, ku pilih lah jurusan yang akan kuambil di
bidang pedidikan. Namun keraguanku muncul dengan dahsyatnya saat aku sudah
menentukan jurusan. Walau saat itu belum tentu diterima, hingga saat pengumuman
tiba, aku dinyatakan lulus untuk berkuliah di bidang ini.
Awal kuliah aku belum tau apa apa,
kenalan beru sebatas teman lama yang berkuliah di bidang yang sama deganku, dan
juga teman sekelas. Teman temanku di waktu SMA, lebih tepatnya teman sekelas
(kami tiga tahun di kelas yang sama, jadi kenangan tentang kami saat SMA
tersimpan dengan baik) tidak ada yang berkuliah di bidang pendidikan. Ya masa ini
merupakan masa yang menjemu kan, belum lagi ditambah kenyataan bahwa tema
seelasku di kampus ga ada yang ganteng, dan kelas yang seadanya, sering rebut,
serta AC yang tidak menyala. Oh, yang benar saja, bisakah kau membayangan
betapa BT nya aku tiap kali ada jadwal masuk kelas.
Di pertengahan semester awal, aku
memilih untuk ikut di salah satu organisasi eksternal yang disarankan oleh
teman dekatku di SMA, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang selanjutnya disebut
IMM. Disini aku merasa tak punya apa apa, tak punya ilmu, tak punya pengalaman
dan itu semua karna aku melihat senior senior di imm yang berasal dari latar
belakang disiplin ilmu yang amat beragam. Aku jadi punya semangat belajar (di
luar proram studi yang ku tempuh) , aku menjadi orang yang mudah penasaran
tentang suatu peristiwa / fenomena. Tentang politik yang selama ini kuacuhkan,
tentang hokum yang selama ini tak pernah bisa kupahami, tentang sejarah yang
selalu denga cepatnya kulupakan, dan tetang kesehatan yang acapkali kuabaikan.
Waktu terus berlalu hingga aku berada
di semester tiga, kala itu aku memutuskan untuk mengikuti perkaderan lanjutan
yaitu DIKSUSWATI , suatu perkaderan yang hanya diikuti oleh perempuan, mengenai
hal hal yang terjadi pada perempuan. Realita social di masyarakat terkait
perempuan, pandangan mereka terhadap perempuan, dan tentang nasib perempuan.
Memoriku berputar hingga aku
menemukan momen saat orang tuaku menyarankan aku untuk bergelut di bidang
pendidikan dengan alasan yang sudah kuutarakan diatas. Oh c’mon,, apakah aku akan menjadi Siti Nurbaya di era industry 4.0
,hah? Pun dengan persoalan bahwa karena aku perempuan aku menjadi terbatas
dalam berdiskusi dengan teman temanku. Diskusinya sengaja di malam hari setelah
sholat isya karena tiada lagi yang berkuliah di jam ini, dan juga tidak
dipotong oleh waktu solat, lain halnya bila di siang hari. Namun lagi lagi,
apakah karena aku perempuan hmm, dengan jam malam kos-kosan yang terbatas,
bagiku ini menghambat langkah gerak perempuan. Ya mungkin ada baiknya aturan
jam malam di kosan perempuan. Karna tak semua perempuan yang keluar malam
melakukan aktifitas positif, juga karena kami manusia yang butuh waktu untuk
beristirahat. Tapi sebagai mahasiswa pewaris masa depan bangsa, yang dituntut
berwawasan luas dan cakap dalam berbicara, aturan ini menghambat kami. Kami
kaum perempuan menjadi terbatas dalam menerima informasi saat diskusi, saat
sampai di kos, ide brilliant yang harusnya malam itu dapat diutarakan menjadi
bersemayam di lipatan otak dan akhirnya terlupakan.
Apa karena aku perempuan? Aku harus
menjadi seorang yang bersikap lembut, harus penyayag, harus pintar masak enak, harus
rajin, harus bersih, harus peka, dan banyak kata harus lainnya yang terkait dengan
hal-hal yang sering dipautkan dengan perempuan? Dengan kadar yang lebih tinggi
dibanding kaum lelaki. Yakinkah ini?
Apakah perempuan yang harus mengurus
rumah? Yang mengurus anak? Yang mengurus kebutuhan suami?
Aku memang masih sendiri, masih jauh
bagiku urusan untuk menikah, walau terkadang ada keinginan untuk menikah muda.
Mengenai menjadi guru lebih banyak punya
waktu luang, dari yang selama ini kuamati dan kupelajari, banyak hal yag
harus dilakukanguru agar muridnya bisa paham apa yang disampaikannya, harus
menyusun rencana pembelajaran, menyusun soal evaluasi, menilai siswa,
mengoreksi tugas, pr dan hasil ulangan siswa dalam waktu yang sama seperti
manusia lainnnya, yakni 24 jam sehari dan 7 hari sepekan. Belum lagi perempuan yang amat dikaitkan
dengan urusan rumah tangga. Yakin?
Karnanya, untuk suamiku di masa
depan, jangan kau paksa aku untuk menjadi tenaga pendidik, biarlah waktu yang
kumiliki ku hibahkan sepenuhnya untukmu. Yang telah menghalalkanku.
Banjarmasin 11/14/18 12:48:58 AM
Rabu, 14 November 2018
pantun ala ala
ada kapal hendak berlabuh,
berlabuhlah ke pelabuhan.
wahai kanda pangeran shubuh,
engkaulah calon pendamping idaman.
sekedar pantun,,,
berlabuhlah ke pelabuhan.
wahai kanda pangeran shubuh,
engkaulah calon pendamping idaman.
sekedar pantun,,,
Senin, 29 Oktober 2018
pinjaman dari masa depan
Pinjaman dari masa depan
Oleh : Khairun Nisa
Perkenalkan, aku Nisa, seorang
anak pertama perempuan yang terlahir di Kintap pada Mei 1999, seorang gadis
desa yang menghabiskan masa kecilnya di Kintap hingga ia menamatkan pendidikan
SMP nya. Dulu di saat aku masih menjadi kanak-kanak, lingkungan tempat
tinggalku terasa begitu nyaman, jalan raya yang tak begitu bising walau
berstatus sebagai jalan provinsi, lingkungan yang tak begitu panas walau dekat
dengan bibir pantai, air bersih yang senantiasa ada dan terus mengalir di kali
walau musim kemarau, hingga buah pisang di dalam rumah yang tiba-tiba habis
karena dimakan monyet.
Aku pernah menjadi anak tunggal
yang sendirian dan kesepian. Ayahku seorang guru SD yang mengajar di desa
tetangga, dan ibuku seorang petani sayuran yang menanam aneka sayuran di ladang
belakang. Karena bosan di rumah, aku sering main ke rumah tetangga ku yang
statusnya sama-sama anak tunggal, dia yang menjadi teman mainku, mulai dari main PS , mancing ikan di sungai, memanjat
pohon, main kejar kejaran, main bola, mainin kucing, dan lainnya. Dulu aku dan
tetanggaku yang terpaut usia tiga tahun itu memang serig memancing di sungai
belakang rumah. Dengan berumpankan cacing-cacing yang kami ambil dari tanah sekitar
tanaman pisang, kami bisa membawa pulang ikan kira kira setengah jerigen. Memang
yag memancing dia, aku hanya ikut ikutan nyebur atau sekedar mainan lumpur,
hingga aku pulang ke rumah dan dimarahi orang tua karena badanku bau amis.
Di tahun 2004, adikku, Harun
Arrasyid terlahir ke dunia ini, aku tak lagi menyandang status sebagai anak
tunggal, kini aku punya adik kecil yang harus kusayang. Walau nyatanya, kami
lebih sering berkelahi seperti kucing dan tikus di serial Tom & Jerry. Kadang aku membuat adikku menangis, kadang dia
yang membuat aku sebal hingga aku berteriak keras padanya, yaa, rumah kami tak
lagi sepi karena aku dan adiikku sering berkelahi. Namun lingkungan yang kami
tinggali perlaha lahan berubah. Daerahku memang terletak di pinggir Kabupaten
Tanah Laut dan dekat dengan perbatasan kabupaten, kabupaten yang terletak di
dekat rumahku adalah Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu mempersilahkan
perusahaan penambang untuk menambang batubara di daerahnya, dan hasil dari
penambangan itu diangkut denngan transportasi darat yang melalui depan rumahku,
sejak saat itu jalan provinsi yang dulunya hening dan damai berubah menjadi
ramai dan penuh debu, baru satu jam berlalu setelah menyapu, lantai teras sudah
penuh oleh debu lagi. Kaus kaki putih yang baru saja dikenakan, bias berubah
warna dengan cepat Karena debu yang menempel, penyakit infeksi saluran napas
mudah tuk menjangkiti warga di sekitar jalan raya. Namun dampak dari penambangan
tak berhenti sampai disitu, kami yang tiap kemarau bias mengambil air sungai
untuk kebutuhan mandi dan mencuci, kini harus pikir-pikir lagi, dulu air sungai
itu jernih, bahkan hingga dasar sungainya bias dilihat dengan jelas. Kini sudah
mulai mencoklat hingga ada noda hitam di air itu karena proses penambangan batu
bara. Ah, hingga akhirnya alam pun murka, di tahun 2008, lebih tepatnya di
bulan desember, daerah ku dan kabupaten tetangga direndam banjir, Alhamdulillah nya, rumah yang kami huni aman
dari genangan banjir. Banjir itu menggenang sebagian besar dari wilayah kami,
hingga sanak saudara yang berada di daerah yang jauh tak henti hentinya
menanyakan hal ini ke keluarga kami, yang ditanyakan tak jauh jauh dari banjir.
Berita itu menyebar dengan cepat bak
cendawan di musim hujan, menjadi berita yang terus terusan dikabarkan di berita
televisi, di radio, dan juga di Koran,
Aku tahu, keberadaan tambang memang
memperbaiki kondisi ekonomi warga di daerahku, aku tahu bahwa dengan tambang
tenaga muda desa tak perlu jauh jauh merantau ke tanah orang demi mencari
sejumlah rupiah, namun tahukah kau, bahwa alam yang lestari yang kini kita
nikmati, merupakan pinjaman dari anak cucu kita, tegakah kau bila anak cucumu
tinggal di daerah yang rawan banjir, daerah yang perlahan lahan tanahnya
menjadi gersang dan tandus karena penambangan, tegakah kau bila lingkungan anak
cucumu menjadi gerah dan jauh dari kata sejuk. Warisan berupa harta mudah
sekali lenyap dan tiba-tiba kehilangan arti, namun warisan berupa alam yang
lestari, merupakan warisan yang penuh arti.
Alam yang lestari yang kini kita nikmati merupakan pinjaman dari anak cucu kita dimasa mendatang, karnanya kita harus melestarikannya agar mereka bisa menikmatinya.
Selasa, 23 Oktober 2018
secuplik paragraf dari buku MENGGENGGAM DUNIA
***
Tapi, aku memaklumi perilaku mereka karena pencapaian peradaban mereka pun signifikan. Di Jakarta saat itu, jarang ada pemandangan orang sedang asik membaca buku. Bahkan hampir tidak ada. Pada era 1990-an, ketika telepon genggam belum ada, yang sering kita temui adalah orang mengobrol. Di dalam bus atau kereta suasana ramai sekali seperti pasar. Negeri yang raah tamah menonjol. Semua saling bertegur sapa dalam bus. Tai, abad ke-21, orang orang sibuk memijit mijit tombol di telepon genggamnya, verbicaa sendiri. Kini kta menjadi generasi gadget: Sepi di keramaian dan ramai di kesepian. Aku sempat memergoki seseorang yang tidak memedulikan orang yang duduk di sebelahnya di bus jalur Jambi-Bukittinggi, tapi asik mengobrol hingg setengah perjalanan dengan orang lain yang entah berada dimana lewat telepon genggamnya.
***
Gol A Gong dalam MENGGENGGAM DUNIA
Tapi, aku memaklumi perilaku mereka karena pencapaian peradaban mereka pun signifikan. Di Jakarta saat itu, jarang ada pemandangan orang sedang asik membaca buku. Bahkan hampir tidak ada. Pada era 1990-an, ketika telepon genggam belum ada, yang sering kita temui adalah orang mengobrol. Di dalam bus atau kereta suasana ramai sekali seperti pasar. Negeri yang raah tamah menonjol. Semua saling bertegur sapa dalam bus. Tai, abad ke-21, orang orang sibuk memijit mijit tombol di telepon genggamnya, verbicaa sendiri. Kini kta menjadi generasi gadget: Sepi di keramaian dan ramai di kesepian. Aku sempat memergoki seseorang yang tidak memedulikan orang yang duduk di sebelahnya di bus jalur Jambi-Bukittinggi, tapi asik mengobrol hingg setengah perjalanan dengan orang lain yang entah berada dimana lewat telepon genggamnya.
***
Gol A Gong dalam MENGGENGGAM DUNIA
Sabtu, 20 Oktober 2018
tak merasa kehilangan
mencintai seseorang namun tak cinta pada diri sendiri ialah hal yang benar benar bodoh, bagaimana mungkin hal itu jadi cinta yang seutuhnya,, kau tentu ingin membuat orang yang mencintaimu bahagia, namun kau malah membuat mereka bersedih dengan keadaanmu, kau abaikan dirimu, kau terlalu memforsir waktu tenaga, pikiran dan biaya untuk yang kau cinta, tapi kau lupa pada dirimu sendiri.
rasa cinta mebuat pengidapnya terkekang, mengapa terkekang? Karna pada umumnya setelah rasa cinta itu tumbuh, kau kan berusaha tuk tak kehilangan. Kau takut kehilangan, ya takut kehilangan atas apa yang kau anggap tlah kau miliki, kau jadi lupa bahwa semua adalah milik sang kuasa, kau tak punya hak milik, kau hanya dititipi. Tapi kau merasa benar benar memiliki,, ah, semoga saja kau cepat sadar.
namun, apakah mungkin karna ku tak cinta ku jadi tak merasa samir kala kehilangan? Atau mungkin karna sedari awal sudah tak serius?
ah sudahlah, biar kan saja waktu yang menjawabnya,, tak perlu tergesa.
rasa cinta mebuat pengidapnya terkekang, mengapa terkekang? Karna pada umumnya setelah rasa cinta itu tumbuh, kau kan berusaha tuk tak kehilangan. Kau takut kehilangan, ya takut kehilangan atas apa yang kau anggap tlah kau miliki, kau jadi lupa bahwa semua adalah milik sang kuasa, kau tak punya hak milik, kau hanya dititipi. Tapi kau merasa benar benar memiliki,, ah, semoga saja kau cepat sadar.
namun, apakah mungkin karna ku tak cinta ku jadi tak merasa samir kala kehilangan? Atau mungkin karna sedari awal sudah tak serius?
ah sudahlah, biar kan saja waktu yang menjawabnya,, tak perlu tergesa.
Rabu, 10 Oktober 2018
pemikiran beta
apa yang kalian lihat dari gambar di atas? seorang penyelam yang melihat kekuasaan-Nya yang terletak di lautan dengan peralatan selam dan di tunjang oleh tabung oksigen. yaa, alat bantu mereka untuk tetap dapat bernapas dengan baik,
adapun penjelasannya sebagai berikut
nahh, gimana agar si oksigennya tak kunjung habis maka tabung oksigen itu diisi hydrilla sp dan air yang di tempatkan di wadah bening
makasih yang dah baca,, 😄😄😄😄😄😄
tentang rindu
Bilangan rindu adalah bilangan ganjil yang tak akan habis dibagi dengan bilangan apapun, kecuali dengan bilangan pertemuan.😁😅
Rabu, 03 Oktober 2018
semakin ku berteman aku merasa
saat kita tak tahu apa-apa, kita tak menyadari bahwa kita tidak tau, setelah belajar, kita tahu bahwa kita tak tau, semakin kita belajar, akhirnya kita tahu bahwa kita tahu, setelah pembelajaran usai namun tetap kita gunakan ilmunya, kita tidak tahu bahwa kita tahu.
yah, itulah serangkaian yang kan kita alami kala berada dalam proses pembelajaran. pembelajaran yang tak terbatas oleh waktu tentunya, tak terpaku hanya di ruang kelas yang terbatas penggunaannya.
kita bisa belajar dari diskusi kita dengan teman teman kita, dengan teman yang se bidang dengan kita, kita kan menjadi makin fokus akan bidang itu, dan bila dengan teman yang berbeda bidang, tentu saja, wawasan kita akan bertambah.
anggap kita sedang membicarakan mengenai dampak bencana alam di suatu daerah dengan teman teman yang berbagai bidang itu, kita akan mendapat berbagai sudut pandang yang berbeda, dan akhirnya kita dapat melihat bencana itu secara utuh. pihak kesehatan akan membicarakan mengenai kondisi kesehatan dari korban bencana alam itu, sementara pihak perekonomian akan membicarakan tentang kondisi ekonomi, dampak perekonomiannya, kelancaran distribusi bahan makanan dan aneka kebutuhan lainnya, dan juga membicarakan bagaimana mereka untuk memulai kembali perekonomian yang mungkin luluh lantak. pihak arsitektur akan membahas mengenai banguna yang lebih kokohh agar kala bencaa itu datang kembali, kerusakan yang akan timbul tidak parah, pun dari orang orang berlatar belakang pendidikan, mereka akan mengkhawatirkan kondisi mental anak anak yang selamat dari bencana alam itu, menghilangkan trauma yang dimilikinya pasca bencana alam, menumbuhkan semangat untuk bangkit kembali agar mampu menata hidup yang lebih baik lagi kedepannya, dan mungkin bisa menyampaikan hikmah dibalik bencana yang baru saja menimpa.
dan disaat diskusi itu berlangsung, aku makin merasa bahwa masih sangat banyak hal di dunia ini yang tak ku ketahui. aku memang tidak menginginkan untuk mengetahui berbagai hal, namun tahu lebih banyak dari berbagai sudut pandang jauh lebih baik bukan, karna dari luasnya wawasan yang kita miliki kita bisa menjadi orang yang bijaksana dalam mengambil keputusan, bukan.
uni nisa
Banjarmasin, 3 oktober 2018 M / 23 Muharram 1440 H
yah, itulah serangkaian yang kan kita alami kala berada dalam proses pembelajaran. pembelajaran yang tak terbatas oleh waktu tentunya, tak terpaku hanya di ruang kelas yang terbatas penggunaannya.
kita bisa belajar dari diskusi kita dengan teman teman kita, dengan teman yang se bidang dengan kita, kita kan menjadi makin fokus akan bidang itu, dan bila dengan teman yang berbeda bidang, tentu saja, wawasan kita akan bertambah.
anggap kita sedang membicarakan mengenai dampak bencana alam di suatu daerah dengan teman teman yang berbagai bidang itu, kita akan mendapat berbagai sudut pandang yang berbeda, dan akhirnya kita dapat melihat bencana itu secara utuh. pihak kesehatan akan membicarakan mengenai kondisi kesehatan dari korban bencana alam itu, sementara pihak perekonomian akan membicarakan tentang kondisi ekonomi, dampak perekonomiannya, kelancaran distribusi bahan makanan dan aneka kebutuhan lainnya, dan juga membicarakan bagaimana mereka untuk memulai kembali perekonomian yang mungkin luluh lantak. pihak arsitektur akan membahas mengenai banguna yang lebih kokohh agar kala bencaa itu datang kembali, kerusakan yang akan timbul tidak parah, pun dari orang orang berlatar belakang pendidikan, mereka akan mengkhawatirkan kondisi mental anak anak yang selamat dari bencana alam itu, menghilangkan trauma yang dimilikinya pasca bencana alam, menumbuhkan semangat untuk bangkit kembali agar mampu menata hidup yang lebih baik lagi kedepannya, dan mungkin bisa menyampaikan hikmah dibalik bencana yang baru saja menimpa.
dan disaat diskusi itu berlangsung, aku makin merasa bahwa masih sangat banyak hal di dunia ini yang tak ku ketahui. aku memang tidak menginginkan untuk mengetahui berbagai hal, namun tahu lebih banyak dari berbagai sudut pandang jauh lebih baik bukan, karna dari luasnya wawasan yang kita miliki kita bisa menjadi orang yang bijaksana dalam mengambil keputusan, bukan.
uni nisa
Banjarmasin, 3 oktober 2018 M / 23 Muharram 1440 H
Rabu, 29 Agustus 2018
bahagia?
katanya kita tidak diciptakan untuk bahagia, lantas?
ya, selentingan itu muncul kala penulis sedang membaca suatu artikel dari sumber yang tlah terlupakan. Kita diciptakan tak hanya untuk merasa bahagia, karna bahagia merupakan suatu rasa yang terasa kala otak kita di pengaruhi oleh dopamine.. Dan dari berbagai pengalaman, baik yang dialami sendiri oleh penulis maupun dari cerita orang disekitar (baik secara lisan maupun tulisan) kita akan bahagia bila kita telah selesai mengerjakan suatu hal, baik berupa tugas, tantangan, kewajiban, atau apapun itu. Jadi, agar kita bahagia kita harus menyelesaikan tugas kita. Baik tugas yang berasal dari kemauan diri sendiri, maupun yang ditugaskan oleh orang lain. Contoh tugas dari diri sendiri ialah menjaga kesehatan. Bila kita tlah memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh, telah berolah raga, istirahat yang cukup, kita akan merasakan bahagia. Begitu pula tugas dari orang lain. Efeknya memang tidak terasa langsung layaknya tugas dari diri sendiri , namun selama tugas itu belum diselesaikan, akan terasa ada beban yang selalu menggelayuti.bahgia akan muncul bila kita telah melaksanakan kewajiban kita, nah kita sebagai salah seorang muslim yang mendapat kewajiban untuk sholat lima waktu dalam sehari, maka kita akan merasakan bahagia yang muncul setelah shalat itu kita laksanakan. Jadi dalam keseharian kita, kita setidaknya akan merasakan kebahagiaan itu lima kali.
namun,,,kewajiban yang umat muslim miliki tidak hanya itu, masih ada aneka kewajiban laon yang harus kita tunaikan. Seperti berpuasa, karnanya kita kan merasa bahagia kala azan Maghrib berkumandang. Pun dengan kewajiban membayar zakat, kebahagiaan itu tidak hanya dirasakan oleh kita karena telah menunaikan kewajiban, namun juga oleh penerima zakat yang itu. Ada pula kewajiban kita untuk menutup aurat. Aurat laki laki dari pusar hinga ke lutut, sedangkan untuk perempuan auratnya ialah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dengan menutup aurat kita akan melindungi kulit kita dari paparan cahaya matahari, dari febu dan kotoran, pun dari tatapan jahat lelaki non mahram. Nah bagi laki laki yang beriman, wanita yang menutup aurat nya dengan baik dan benar dapat meringankan tugasnya untuk menundukan pandangan dan mempermudah dirinya melawan hawa nafsunya.
nah, itu tadi tulisan yang tak punya arah daru penulis. Salah khilafnya mohon maaf, wassalamualaikum wr wb
⌒.⌒
Kamis, 21 Juni 2018
Rabu, 30 Mei 2018
Sabtu, 26 Mei 2018
who am I??
Assalamualaikum wr wb
Hei pembaca setia,,,, (moga moga ada, hee) nah, kali ini mau menuliskan siapakan sebenarnya saya, hemmm kek apaan aja. Nama yg dipakai di blog bukanlah nama asli. Jadi nama asliku "Khairun Nisa" kadang ada yang manggil pakai nama lengkap, ada yang manggil nisa, ada yang manggil uni (khairUN NIsa), ada yang manggil kak, dek, mbak, nduk, dinda, dan paling seneng kalau di panggil sayang, akayyy,,,,✌✌✌
Nah status ku saat ini mahasiswi, yang ikut perkuliahan di Universitas Lambung Mangkurat, berkegiatan di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, diskusi bersama mahasiswa-mahasiswi UIN Antasari, jadi kalau di tanya ngampus nya dimana, jawanbannya di tiga tempat itu. Heee,,,,
Mengenai alamat, di kala libur panjang beralamatkan di kintap, hari kerja di banjarmasin, dan di akhir pekan di banjarbaru,,, kok ribet ya menjelaskan alamat,hee
Hanya ini yang dapat saya sampaikan, salaam kenal,,,, makasih buat yang udah baca.
Hei pembaca setia,,,, (moga moga ada, hee) nah, kali ini mau menuliskan siapakan sebenarnya saya, hemmm kek apaan aja. Nama yg dipakai di blog bukanlah nama asli. Jadi nama asliku "Khairun Nisa" kadang ada yang manggil pakai nama lengkap, ada yang manggil nisa, ada yang manggil uni (khairUN NIsa), ada yang manggil kak, dek, mbak, nduk, dinda, dan paling seneng kalau di panggil sayang, akayyy,,,,✌✌✌
Nah status ku saat ini mahasiswi, yang ikut perkuliahan di Universitas Lambung Mangkurat, berkegiatan di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, diskusi bersama mahasiswa-mahasiswi UIN Antasari, jadi kalau di tanya ngampus nya dimana, jawanbannya di tiga tempat itu. Heee,,,,
Mengenai alamat, di kala libur panjang beralamatkan di kintap, hari kerja di banjarmasin, dan di akhir pekan di banjarbaru,,, kok ribet ya menjelaskan alamat,hee
Hanya ini yang dapat saya sampaikan, salaam kenal,,,, makasih buat yang udah baca.
Rabu, 23 Mei 2018
hanya di novel
Saat masyarakat menerima pesan yang kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam penegakan hukum, hingga level paling rendah, orang-orang akan takut melakukannya. Pungutan liar di kantor kelurahan, pungli di Kantor Urusan Agama saat kau hendak mengurus pernikahan, polisi lalu lintas di perempatan jalan, bahkan tukang parkir ilegal, pemalak, apapun yang menyakiti rakyat. Mereka akan gentar, takut, karena mereka tahu, pemerintah akan memburu mereka demi penegakan hukum.
Penegakan hukum yang sungguh-sungguh ini juga akan menyentuh banyak sisi yang kita abaikan selama ini. Tidak akan ada perusahaan atau orang orang kaya berani mengemplang pajak, karena mereka tahu pemerintah akan merampas kekayaan mereka. Tidak akan ada sekolah, guru-guru yang berani memeras murid mereka dengan dalih karya wisata, uang seragam, buku wajib, LKS, karena mata penegak hukum terarah kesemua bidang. Tidak akan ada penjarahan hutan, illegal logging , apalagi konsesi tambang yang main-main dengan konservasi alam, karena pemerintah akan mengambil tindakan serius sekali atas pelanggaran hukum tersebut.
Kau bayangkan apa yang terjadi, jika hukum ditegakkan di negeri ini. Menjulang tinggi tanpa tawar menawar, tanpa pandang bulu, tanpa tunggu nanti, besok, atau lusa. Tegak demi kebenaran dan keadilan, berapa pun harganya. Maka seluruh distem yang ada di negeri ini dengan sendirinya akan sembuh. Ajaib membayangkannya, apalagi jika kita bisa menyaksikannya langsung. Penegakan hukum adalah obat paling mujarab mendidik masyarakat yang rusak, apatis, dan tidak peduli lagi. Kau bisa membayangkannya, bukan?
~negeri di ujung tanduk -tere liye
Penegakan hukum yang sungguh-sungguh ini juga akan menyentuh banyak sisi yang kita abaikan selama ini. Tidak akan ada perusahaan atau orang orang kaya berani mengemplang pajak, karena mereka tahu pemerintah akan merampas kekayaan mereka. Tidak akan ada sekolah, guru-guru yang berani memeras murid mereka dengan dalih karya wisata, uang seragam, buku wajib, LKS, karena mata penegak hukum terarah kesemua bidang. Tidak akan ada penjarahan hutan, illegal logging , apalagi konsesi tambang yang main-main dengan konservasi alam, karena pemerintah akan mengambil tindakan serius sekali atas pelanggaran hukum tersebut.
Kau bayangkan apa yang terjadi, jika hukum ditegakkan di negeri ini. Menjulang tinggi tanpa tawar menawar, tanpa pandang bulu, tanpa tunggu nanti, besok, atau lusa. Tegak demi kebenaran dan keadilan, berapa pun harganya. Maka seluruh distem yang ada di negeri ini dengan sendirinya akan sembuh. Ajaib membayangkannya, apalagi jika kita bisa menyaksikannya langsung. Penegakan hukum adalah obat paling mujarab mendidik masyarakat yang rusak, apatis, dan tidak peduli lagi. Kau bisa membayangkannya, bukan?
~negeri di ujung tanduk -tere liye
Untukmu
Untukmu yang sedang berpuasa
Yang tengah dilanda lapar dan dahaga
Pun menghadapi hawa panas dari sang surya
Namun puasa harus tetap terlaksana
Ketahuilah wahai saudara
Lapar dan dahaga mu tak seberapa
Pun dengan panas yang melanda
Bila di bandingkan dengan saudaramu di palestina. 🌍
Yang tengah dilanda lapar dan dahaga
Pun menghadapi hawa panas dari sang surya
Namun puasa harus tetap terlaksana
Ketahuilah wahai saudara
Lapar dan dahaga mu tak seberapa
Pun dengan panas yang melanda
Bila di bandingkan dengan saudaramu di palestina. 🌍
Cinta dan Kasih Sayang
Cinta dan Kasih Sayang
Makhluk jenis apakah ia
Tak berwujud, tak nampak, namun dengan mudahnya di deteksi
Ia tak ber-massa, pun tak menempati ruang
Namun bila ia tak ada
Entah mengapa hidup terasa berat
Bukan karna beban bermassa besar
Karna tanpanya, hidupku tidak bersemangat.
Cinta dan kasih sayang
Ia tak menempati ruang
Ia tak seperti sepotong cokelat yang bisa kau ukur volumenya
Namun dengannya, hatimu kan terasa penuh oleh bunga bunga.
Makhluk jenis apakah ia
Tak berwujud, tak nampak, namun dengan mudahnya di deteksi
Ia tak ber-massa, pun tak menempati ruang
Namun bila ia tak ada
Entah mengapa hidup terasa berat
Bukan karna beban bermassa besar
Karna tanpanya, hidupku tidak bersemangat.
Cinta dan kasih sayang
Ia tak menempati ruang
Ia tak seperti sepotong cokelat yang bisa kau ukur volumenya
Namun dengannya, hatimu kan terasa penuh oleh bunga bunga.
Sabtu, 07 April 2018
jangan kalah dengan daun
daun,, apakah itu? Daun merupakan bagian dari tubuh yang berwarna hijau karena mengandung banyak klorofil yang berguna bagi proses foto sintesisnya.
daun bisa kita analogikan seperti kita, manusia.
saat daun masih muda (baru tumbuh) itu laksana bayi yang baru lahir. Belum bisa menghasilkan apa apa.
daun yang sudah matang ibarat seorang pemuda. Ia mampu berfotosintesis dengan sempurna. Mampu menopang kebutuhan makanan bagi keseluruhan tubuh tumbuhan. Begitu pula pemuda. Ia laksana daun yang mampu menopang sebagian besar kebutuhan tumbuhan. Ia mampu berkarya, berprestasi,dan berkerja nyata bagi kemaslahatan masyarakat banyak.
namun, bila daun yang sudah tua, ia tak mampu lagi berfotosintesis dengan optimal. Klorofil yang ada pada daun tua sudah berkurang. Begitu pula manusia yang sudah tua, ia sudah tak bisa bebas beraktifitas layaknya di usia muda. Karna badannya tlah di gerogoti oleh penyakit degeneratif.
karna itulah, selagi usia masih muda, kita harus bisa mengoptimalkan usia kita dengan sebaik baiknya. Sebagaimana daun, ia bisa saja terjatuh sahat masih berwarna hijau, manusia pun bisa saja diambil nyawanya disaat usia nya masih muda belia..
sumber inspirasi: Perkataan ka berin al fatih (akhad saberin, kepala SMP IT ANIC BJB)
daun bisa kita analogikan seperti kita, manusia.
saat daun masih muda (baru tumbuh) itu laksana bayi yang baru lahir. Belum bisa menghasilkan apa apa.
daun yang sudah matang ibarat seorang pemuda. Ia mampu berfotosintesis dengan sempurna. Mampu menopang kebutuhan makanan bagi keseluruhan tubuh tumbuhan. Begitu pula pemuda. Ia laksana daun yang mampu menopang sebagian besar kebutuhan tumbuhan. Ia mampu berkarya, berprestasi,dan berkerja nyata bagi kemaslahatan masyarakat banyak.
namun, bila daun yang sudah tua, ia tak mampu lagi berfotosintesis dengan optimal. Klorofil yang ada pada daun tua sudah berkurang. Begitu pula manusia yang sudah tua, ia sudah tak bisa bebas beraktifitas layaknya di usia muda. Karna badannya tlah di gerogoti oleh penyakit degeneratif.
karna itulah, selagi usia masih muda, kita harus bisa mengoptimalkan usia kita dengan sebaik baiknya. Sebagaimana daun, ia bisa saja terjatuh sahat masih berwarna hijau, manusia pun bisa saja diambil nyawanya disaat usia nya masih muda belia..
sumber inspirasi: Perkataan ka berin al fatih (akhad saberin, kepala SMP IT ANIC BJB)
laksana anak panah
hidupku laksana anak panah
pernahkah kau perhatikan bagaimana anak panah yang kan di lepaskan dari busurnya?
ia harus di tarik ke belakang, menjauhi titik dimana ia berada sebelumnya, menjadi beberapa inchi di belakang. Lalu pemanah harus menahannya selama beberapa waktu. Menentukkan fokus yang kan di tuju, setelah kau yakin, maka sang anak panah kan meluncur menuju sasarannya.
begitu pula hidup kita, kadang kita harus bertahan bila keadaan kita memang berada beberapa langkah di belakang dari titik dimana seharusnya kita berada. Namun harus slalu kita ingat, bahwasanya kesempatan saat kita di belakang haruslah menjadi momentum untuk menentukan fokus kita, kemana kita kan menuju, kita kupulkan energi kita, fokus dan pikiran kita, untuk bersiap menuju titik yang kita tuju.
pernahkah kau perhatikan bagaimana anak panah yang kan di lepaskan dari busurnya?
ia harus di tarik ke belakang, menjauhi titik dimana ia berada sebelumnya, menjadi beberapa inchi di belakang. Lalu pemanah harus menahannya selama beberapa waktu. Menentukkan fokus yang kan di tuju, setelah kau yakin, maka sang anak panah kan meluncur menuju sasarannya.
begitu pula hidup kita, kadang kita harus bertahan bila keadaan kita memang berada beberapa langkah di belakang dari titik dimana seharusnya kita berada. Namun harus slalu kita ingat, bahwasanya kesempatan saat kita di belakang haruslah menjadi momentum untuk menentukan fokus kita, kemana kita kan menuju, kita kupulkan energi kita, fokus dan pikiran kita, untuk bersiap menuju titik yang kita tuju.
Selasa, 03 April 2018
untukmu pejuang shubuh
Pejuang shubuh,, ya Ia memang seorang pemuda yang tengah berusaha untuk memperbaiki dirinya . dan upaya nya untuk memperbaiki diri dimulai dari memperbaiki sholat shubuh.
Ia seorang laki laki muda yang tinggal di suatu kota yang indah damai dan nyaman. Suatu kota yang tak terlalu padat penduduknya, dan tak terlalu bising kondisi jalannya. Kala itu, sang pemuda masih berstatus sebagai pelajar di suatu sekolah menengah pertama. Ia anak terakhir dari 4 bersaudara. Saudara saudaranya yang lain telah menyelesaikan pendidikannya dan telah merantau ke pulau seberang untuk bekerja. Dan ia seolah olah menjadi anak tunggal di keluarga itu.
Sebagai suatu kota yang awalnya di jadikan daerah perantauan, mengakibatkan masyarakat di kota itu saling mengenal satu sama lain, bahkan sudah menganggap tetangganya laksana keluarganya sendiri. Itu yang menjadi awal cerita dari pemuda ini.
Awalnya, ada seorang bapak yang tinggal bersama dengan istri dan anak anaknya. Anak sulung nya telab menikah dan dikaruniai seorang buah hati yang cantik. Karena merupakan cucu pertama, wajar bila ia mendapat perhatian yang berlimpah dari ortu dan tante nya. Namun ,, si cucu inilah yang pada akhirnya membuat sang nenek menjadi sibuk dan akhirnya tak dapat menemani sang kakek untuk sholat berjamaah dan mendengarkan pengajian di masjid. Meaki sang nenek tak dapat menemani sang kakek tak patah semangat, ia akhirnya mengajak anak dari tetangganya untuk ke masjid, tiap shubuh, maghrib dan isya.
Sebagai seorang pelajar yang jam masuk sekolahnya sudah ditentukan, tiap jam 7.30, sholat shubuh berjamaah di masjid memang memberatkan apalagi bila tak terbiasa, belum lagi sang pemuda bila ke sekolahnya menggunakan sepeda dan jarak rumah sampai sekolah kira kira 3 kilometer. Di awal adaptasinya, sang pemuda memang ngantuk saat di sekolah, trkadang terlambat karna mendengarkan ceramah, namun hal ini tak membuat ia jera untuk sholat berjjamaah di masjid. Hampir satu tahun ia membiasakan hal ini. Semoga ia tetap istiqomah.
Cerita ini terinspirasi dari adiknya temannya sepupu.
Terima kasih sudah membaca😉☺😊
Ia seorang laki laki muda yang tinggal di suatu kota yang indah damai dan nyaman. Suatu kota yang tak terlalu padat penduduknya, dan tak terlalu bising kondisi jalannya. Kala itu, sang pemuda masih berstatus sebagai pelajar di suatu sekolah menengah pertama. Ia anak terakhir dari 4 bersaudara. Saudara saudaranya yang lain telah menyelesaikan pendidikannya dan telah merantau ke pulau seberang untuk bekerja. Dan ia seolah olah menjadi anak tunggal di keluarga itu.
Sebagai suatu kota yang awalnya di jadikan daerah perantauan, mengakibatkan masyarakat di kota itu saling mengenal satu sama lain, bahkan sudah menganggap tetangganya laksana keluarganya sendiri. Itu yang menjadi awal cerita dari pemuda ini.
Awalnya, ada seorang bapak yang tinggal bersama dengan istri dan anak anaknya. Anak sulung nya telab menikah dan dikaruniai seorang buah hati yang cantik. Karena merupakan cucu pertama, wajar bila ia mendapat perhatian yang berlimpah dari ortu dan tante nya. Namun ,, si cucu inilah yang pada akhirnya membuat sang nenek menjadi sibuk dan akhirnya tak dapat menemani sang kakek untuk sholat berjamaah dan mendengarkan pengajian di masjid. Meaki sang nenek tak dapat menemani sang kakek tak patah semangat, ia akhirnya mengajak anak dari tetangganya untuk ke masjid, tiap shubuh, maghrib dan isya.
Sebagai seorang pelajar yang jam masuk sekolahnya sudah ditentukan, tiap jam 7.30, sholat shubuh berjamaah di masjid memang memberatkan apalagi bila tak terbiasa, belum lagi sang pemuda bila ke sekolahnya menggunakan sepeda dan jarak rumah sampai sekolah kira kira 3 kilometer. Di awal adaptasinya, sang pemuda memang ngantuk saat di sekolah, trkadang terlambat karna mendengarkan ceramah, namun hal ini tak membuat ia jera untuk sholat berjjamaah di masjid. Hampir satu tahun ia membiasakan hal ini. Semoga ia tetap istiqomah.
Cerita ini terinspirasi dari adiknya temannya sepupu.
Terima kasih sudah membaca😉☺😊
Langganan:
Komentar (Atom)



