Selasa, 23 Oktober 2018

secuplik paragraf dari buku MENGGENGGAM DUNIA

***


Tapi, aku memaklumi perilaku mereka karena pencapaian peradaban mereka pun signifikan. Di Jakarta saat itu, jarang ada pemandangan orang sedang asik membaca buku. Bahkan hampir tidak ada. Pada era 1990-an, ketika telepon genggam belum ada, yang sering kita temui adalah orang mengobrol. Di dalam bus atau kereta suasana ramai sekali seperti pasar. Negeri yang raah tamah menonjol. Semua saling bertegur sapa dalam bus. Tai, abad ke-21, orang orang sibuk memijit mijit tombol di telepon genggamnya, verbicaa sendiri. Kini kta menjadi generasi gadget: Sepi di keramaian dan ramai di kesepian. Aku sempat memergoki seseorang yang tidak memedulikan orang yang duduk di sebelahnya di bus jalur Jambi-Bukittinggi, tapi asik mengobrol hingg setengah perjalanan dengan orang lain yang entah berada dimana lewat telepon genggamnya.
***




Gol A Gong dalam MENGGENGGAM DUNIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar