Pejuang shubuh,, ya Ia memang seorang pemuda yang tengah berusaha untuk memperbaiki dirinya . dan upaya nya untuk memperbaiki diri dimulai dari memperbaiki sholat shubuh.
Ia seorang laki laki muda yang tinggal di suatu kota yang indah damai dan nyaman. Suatu kota yang tak terlalu padat penduduknya, dan tak terlalu bising kondisi jalannya. Kala itu, sang pemuda masih berstatus sebagai pelajar di suatu sekolah menengah pertama. Ia anak terakhir dari 4 bersaudara. Saudara saudaranya yang lain telah menyelesaikan pendidikannya dan telah merantau ke pulau seberang untuk bekerja. Dan ia seolah olah menjadi anak tunggal di keluarga itu.
Sebagai suatu kota yang awalnya di jadikan daerah perantauan, mengakibatkan masyarakat di kota itu saling mengenal satu sama lain, bahkan sudah menganggap tetangganya laksana keluarganya sendiri. Itu yang menjadi awal cerita dari pemuda ini.
Awalnya, ada seorang bapak yang tinggal bersama dengan istri dan anak anaknya. Anak sulung nya telab menikah dan dikaruniai seorang buah hati yang cantik. Karena merupakan cucu pertama, wajar bila ia mendapat perhatian yang berlimpah dari ortu dan tante nya. Namun ,, si cucu inilah yang pada akhirnya membuat sang nenek menjadi sibuk dan akhirnya tak dapat menemani sang kakek untuk sholat berjamaah dan mendengarkan pengajian di masjid. Meaki sang nenek tak dapat menemani sang kakek tak patah semangat, ia akhirnya mengajak anak dari tetangganya untuk ke masjid, tiap shubuh, maghrib dan isya.
Sebagai seorang pelajar yang jam masuk sekolahnya sudah ditentukan, tiap jam 7.30, sholat shubuh berjamaah di masjid memang memberatkan apalagi bila tak terbiasa, belum lagi sang pemuda bila ke sekolahnya menggunakan sepeda dan jarak rumah sampai sekolah kira kira 3 kilometer. Di awal adaptasinya, sang pemuda memang ngantuk saat di sekolah, trkadang terlambat karna mendengarkan ceramah, namun hal ini tak membuat ia jera untuk sholat berjjamaah di masjid. Hampir satu tahun ia membiasakan hal ini. Semoga ia tetap istiqomah.
Cerita ini terinspirasi dari adiknya temannya sepupu.
Terima kasih sudah membaca😉☺😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar