Rabu, 23 Mei 2018

hanya di novel

Saat masyarakat menerima pesan yang kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam penegakan hukum, hingga level paling rendah, orang-orang akan takut melakukannya. Pungutan liar di kantor kelurahan, pungli di Kantor Urusan Agama saat kau hendak mengurus pernikahan, polisi lalu lintas di perempatan jalan, bahkan tukang parkir ilegal, pemalak, apapun yang menyakiti rakyat. Mereka akan gentar, takut, karena mereka tahu, pemerintah akan memburu mereka demi penegakan hukum.

Penegakan hukum yang sungguh-sungguh ini juga akan menyentuh banyak sisi yang kita abaikan selama ini. Tidak akan ada perusahaan atau orang orang kaya berani mengemplang pajak, karena mereka tahu pemerintah akan merampas kekayaan mereka. Tidak akan ada sekolah, guru-guru yang berani memeras murid mereka dengan dalih karya wisata, uang seragam, buku wajib, LKS, karena mata penegak hukum terarah kesemua bidang. Tidak akan ada penjarahan hutan,  illegal logging ,  apalagi konsesi tambang yang main-main dengan konservasi alam, karena pemerintah akan mengambil tindakan serius sekali atas pelanggaran hukum tersebut.

Kau bayangkan apa yang terjadi, jika hukum ditegakkan di negeri ini. Menjulang tinggi tanpa tawar menawar, tanpa pandang bulu, tanpa tunggu nanti, besok, atau lusa. Tegak demi kebenaran dan keadilan, berapa pun harganya. Maka seluruh distem yang ada di negeri ini dengan sendirinya akan sembuh. Ajaib membayangkannya, apalagi jika kita bisa menyaksikannya langsung. Penegakan hukum adalah obat paling mujarab mendidik masyarakat yang rusak, apatis, dan tidak peduli lagi. Kau bisa membayangkannya, bukan?


~negeri di ujung tanduk -tere liye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar