Kenapa iklan lebih mudah diingat dibanding materi pelajaran?
Hiyaaa,,, judul di atas adalah pertanyaan yang sering menjadi masalah tersendiri bagiku, materi pelajaran walau diulang ulang sampai bikin bosen, susah ingatnya. Sedangkan iklan, awalnya menarik tapi lama lama ngebosenin, tapi susah lupanya. Heran saya.
Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak ragam buku yang ku baca, ada suatu buku yang menuliskan tentang otak kanan, entah dari bukunya pak Ippho Santosa yang mana, tapi yang nyata, otak kanan itu suka seni, musik, hal yang tidak terurut, dan ya berkebalikan dengan otak kiri yang ngebosenin.
Selain itu, aku juga baru tau kalau ada profesi tersendiri untuk pengisi suara di iklan, untuk pemilihan kata yang pas di iklan, dan tim kreatif yang kemungkinan gajinya lebih besar daripada seorang guru. Pihak pengiklan kerjanya profesional, konsep iklan, pengisi suara, visualisasi iklan, semuanya profesional, dikerjakan oleh tim dengan sungguh sungguh, juga bayaran yang tinggi, tak heran, hasilnya bagus.
Sedangkan guru, kecuali mereka yang berstatus PNS dan mendapat aneka sertifikasi, hidupnya ngga bagus bagus amat, waktu tersita di sekolahan, belum lagi harus merekap nilai rapor, mengoreksi ulangan, koreksi tugas, menyusun RPP, deelel. Sedangkan di rumah, banyak pula yang harus mereka lakukan, memikirkan cara menghemat agar gaji di bulan itu cukup untuk memenuhi kebutuhan, ulala, pusing kepala cikgu,,.
Akhirnya, saat mengajar ya begitu, biasa aja, ngga sesungguh sungguh tim pengiklan.
Beda jauh hasilnya apabila dibandingkan antara guru yang mengajar pelajaran eksak dibanding para pengiklan. Contoh, kita langsung ingat suatu merek saat mendengar kata "berapa lapis? Ratusan,," "**** kenyal nya bikin happy" "permen ****-**** rame rasanya" nah, sedang guru eksak, kadang kala materi itu sudah banget diingat, padahal ya ngga ribet sih untuk mengingat nya, tapi lebih banyak yg lupa di banding yg ingat, contoh : "sebutkan bagian bagian dari sel" "sebutkan urutan taksonomi" "bagaimana bunyi hukum Newton 1?" Dll, kadang bosen dengar materi itu, tapi anehnya ngga ingat juga,, mungkin faktor gaji berpengaruh kali ya, juga beban kerja yang luar biasa itu.
Ah udahlah, tulisan ku di blog ini juga ngga serius, maaf bagi yang tersinggung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar