Rabu, 19 Agustus 2020

Aku, di sisi lain yang tak kau lihat

Cewek suka manjat pohon? Kurang kerjaan banget ya? Haha, tapi itulah aku di masa kecil hingga masa remaja ku. Ya, aku suka manjat pohon, pertama karena mau memetik buah yang ada di pohon itu, karena di pekarangan rumah ku ditanami aneka macam pohon buah, walau sekarang sudah ditebang. Ada jambu air, jambu biji, sawo, cempedak/tiwadak, belimbing, mangga, rambutan, sirsak, kelengkeng (tapi sayangnya kelengkeng jantan yang ngga bisa berbuah) ada juga pohon yg berbuah tapi ngga bisa dipanjat seperti jeruk, pisang, dan salak😅. Dari sekian banyak pohon itu, yang paling sering dipanjat pohon mangga dan jambu. Tapi, aku bisa manjat tapi takut untuk turun😅🤣 hahaha. Iya, tiap kali mau turun rasanya gemetaran. Ngeri aja gitu ngeliat tanah yang terlihat jauh, klo jatuh kan mantap juga nyeri nya😅. Jadi tiap kali mau turun harus panggil bapak atau adekku. Klo ada bapakku kan ya paling engga ada yang siap menangkap (klo tiba tiba jatuh) dan klo adekku yg nunggu aku di bawah, walau dianya sukanya ngeledek, tapi paling ngga ada yang bakal peduli kalo aku kenapa napa. Aku suka manjat pohon karena diatas pohon tenang, dan ya bisa santai aja gitu menikmati semilir angin yang menenangkan. Juga bisa melihat area sekitar rumah dari sudut pandang yang berbeda. Tulisan ini dibuat tanpa tujuan, jadi terimakasih kepada yang mau baca😅 Kintap, 29 Zulhijjah 1441H. Bertepatan dengan 19 Agustus 2020 M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar