Aku punya sepupu. Sepupu siaga ku yang nomor satu (yang lain kan biasa disebut suami siaga, nah, ini sepupu siaga). Kala itu, aku masih baru menjadi mahasiswi di Banjarmasin. Termasuk kota besar kalau dibandingkan dengan daerah asalku, Kintap. Tapi itu bukan pengalaman pertamaku tinggal di kota, karena tiga tahun sebelumnya aku tinggal di Banjarbaru.
Nah, di Banjarmasin itu kan jalannya banyak, jalan ini, jalan itu, persimpangan ini, persimpangan itu, yang sebenernya tembus tembus aja. Tapi karena waktu itu aku masih baru, masih sangat dihantui rasa takut kalau nyasar, ya, aku nya milih jalan yang pasti pasti aja buat keluyuran dan pulang pergi ke Banjarbaru tiap weekend.
Sering cerita ke sepupuku itu aku nyasar disini, disitu, dia nyimak, ngedengerin, tapi responnya selalu sama, itu tembus kok, duh, aku kan belum hapal jalan di situ.
Lambat laun, makin padat aktivitas ku, makin sering keluyuran bareng temen, bikin aku malu sendiri sering cerita nyasar ke sepupuku itu, eh, biar singkat, panggil aja dia mas ku.
Kini aku sadar, kenapa mas ku ngga berubah ubah responnya tiap kali aku cerita kalau aku nyasar. Karena nyasar yang sebenarnya ngga pernah terjadi. Selama masih ketemu manusia yang bisa kita pahami bahasanya, kita bisa tanya arah mana yang harus kita tuju untuk menuju ke tujuan kita. Dan nyasar juga menjadikan kita melihat sisi lain dari daerah yang sering kita jelajahi, membuka pandangan kita,
Kita ngga nyasar, kita cuma butuh langkah memutar untuk mencapai tujuan kita, ada belok dikit, muter di sini situ, butuh effort lebih untuk mencapai tujuan kita.
Tapi nyasar, ngga punya arah, dan salah arah itu beda.
Nyasar artinya kita punya titik awal, titik yg dituju, tau arahnya, tapi salah melangkah.
Ngga punya arah ya artinya emang ngga ada tujuan, ngelihat yang lain jalan ya ikutan jalan, sebatas ikut ikutan biar ngga dianggap aneh dan berbeda.
Sedang salah arah, kita punya titik awal, titik yg dituju, tapi arahnya salah, kita jadi muter muter dulu untuk mencapai titik yg mau di tuju.
Di depan tumpukan baju yang harus dilipat, 23 Februari 2020.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar