Aku Wati, salah seorang anggota Pramuka yang jarang aktif di sekolahku. Tiba-tiba, aku ditunjuk menjadi seksi keamanan di acara persami. Padahal aku jarang banget ikut kegiatan Pramuka, eh ditunjuk tuh sama si ketuplak.
Setelah beberapa Minggu mempersiapkan acara ini, akhirnya acara ini pun terwujud jua. Aku jarang muncul di rapat, karna memang sedari dulu aku enggan.
Saat acara ini berlangsung, awalnya baik baik saja. Namun saat siang harinya, muncul huru hara dari peserta. Mereka saling adu mulut saat bertemu di toilet, kebetulan aku berada di situ. Kudengar perselisihan mereka dari awal hingga akhir. Aku mau meleraikan mereka, tapi aku sendiri sedang kurang enak badan akibat nyeri halangan. Tak disangka, perselisihan mereka memancing orang lain untuk datang, hingga banyak yang berkerumun di area toilet wanita. Si ketuplak mencari ku namun tak ketemu. Akhirnya ia memutuskan untuk menelpon dan menanyakan keberadaan ku. Ku katakan padanya bahwa aku berada di toilet. Dan ia mendatangi ku dan menanyai ku mengapa aku tak melerai kedua peserta yang berselisih ini. Ia diliputi amarah. Aku sudah menjelaskan kondisi tubuh ku, namun ia tak peduli. Dan saat itu aku sangat mudah tersinggung, dan aku memilih menyepi di ujung toilet.
Namun tanpa kuduga, pintu toilet yang kutempati diketuk, setelah menyeka air mata yang membasahi pipi ku, ku buka pintu itu. Alangkah terkejutnya aku karena yang mengetuk pintu itu adalah sahabatku yang telah lama tak berjumpa. Ia beberapa tahun lebih tua dariku dan awal pertama kami bertemu di sebuah komunitas literasi. Kami berpisah karena ia melanjutkan studi nya di luar pulau.
Ia menanyakan ada apa pada diriku hingga aku jadi menangis, saat hendak menjawab, tiba-tiba ponsel ku berdering, menunjukkan ada pesan yang masuk. Ku baca pesan itu dan ternyata itu dari ketuplak yang mencari ku dan menyuruhku untuk segera ke ruang panitia.
Aku mengajak sahabat ku untuk pergi dari toilet itu, kukatakan padanya bahwa teman temanku telah menunggu ku. Namun ia justru membawaku ke arah yang berbeda. Ia memenangkan ku dengan mengatakan bahwa ia kenal dengan si ketuplak dan memastikan bahwa ketuplak itu dapat memahamiku. Lalu kuikuti dirinya yang ternyata menuju ke sebuah perpustakaan. Ia mengajakku duduk di kursi yang paling pojok.
Ku amati wajahnya. Wajah yang telah lama tak kulihat. Ternyata makin tampan saja sahabatku ini. Tapi tiba tiba, ia mendapat telepon dan pergi meninggalkanku begitu saja. Aku bingung, apakah aku harus menunggunya atau memilih bergabung lagi dengan teman temanku. Setelah terdiam cukup lama, aku memutuskan untuk membaca baca buku yang tersedia di perpus itu, sambil sesekali mencoba menelpon sahabatku itu. Teleponku tak di respon, lalu ku sedang ia dengan belasan pesan, namun tak ada tanggapan. Akhirnya buku yang dari awal hanya ku bolak balik halamannya itu, ku kembalikan di rak nya semula dan ku putuskan untuk kembali pada teman temanku .
Ketika merapikan barang bawaan ku, aku dikejutkan oleh lelaki lain yang menanyakan apakah aku adalah Wati, teman dari Awan, ku jawab ia, aku temannya Awan, lalu ia mengajakku pergi dan mengatakan bahwa Awan menyurihnya untuk menjemput ku. Tentu saja aku bingung, tapi aneh nya tetap kuikuti si lelaki itu. Tak lama, aku melihat si Awan, Awan telah menungguku di depan sebuah taman yang telah dihias sedemikian rupa, juga di tengah-tengah taman itu telah ada meja yang diatasnya terdapat vas berisi bunga mawar, dua porsi bakso, dua gelas es teh dan beberapa potong kue, dan juga dua buah kursi. Ku hampiri si Awan, lalu ia menggandeng tanganku mesra, ia mengatakan padaku bahwa ada hal yang ingin ia katakan padaku, dan ia mengajakku untuk duduk dan menikmati hidangan itu. Tapi tiba tiba tubuhku terguncang,,,
Wat, wat, ku dengar namaku disebut beberapa kali dan ada usapan di bahu ku,, ku buka mata dan ternyata aku hanya bermimpi. 🤣
Wati adalah nama panggilan ku, nama lengkapku adalah immawati.
Sedang nama lengkap dari Awan adalah Immawan.
Banyak yang mengatakan bahwa Immawan untuk immawati. Aku hanya tersenyum saat mendengar nya dan diam diam mengaminkannya di dalam hati.ðŸ¤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar