Senin, 11 Maret 2019

perempuan ke politik mau buat apa?

di malam ini, senin sebelas maret 2019 ada diskusi publik , suatu kajian ilmiah politik yang diselenggarakan oleh bidang hikmah ikatan mahasiswa Muhammadiyah cabang banjarmasin,


diskusi malam ini diisi lngsung oleh ketua DPRD kota banjarmasin, ayunda Hj. ANANDA, beliau seorang wanita yang luar biasa, role model dari politikus yang baik yang saya rasa jumlahnya tak seimbang dengan politikus yang kurang baik. Beliau seorang wanita muda yang berusia 34 tahun, dengan dua orang anak, pengalaman beliau luar biasa, dengan latar belakang pendidikan dokter.
beliau mewakili kalsel di ajang kecantikan wanita, pernah menjadi paskibraka nasional, pernah menjadi pramugari, duta daerah, dan seabrek pengalaman lainnya.


beliau memaparkan dengan penuh kejujuran tentang politik uang di tahun pemilu. Hal ini pun sudah sangat memasyarakat di seantero negeri, tak ada uang, tak ada suara, mungkin ini singkatnya.


di diskusi ini ada hal penting yang tak begitu terpikirkan oleh saya namun oleh pemateri dijabarkan dengan baik. Wanita harus ada di sektor publik, tuk menyampaikan aspirasi dari kaum perempuan yang merasakan langsung kondiai perekonomian, kondisi lain yang ada di begeri ini. Karna perempuanlah yang sering pusing akibat naiknya tarif dasar listrik, perempuan yang mengelola perekonomian keluarganya, yang berbelanja di pasar, yang mana harga barang barang di pasar tak,lepas dari pengaruh kenaikan harga BBM.
perempuan itu makhluk yang luar biasa, ia fleksibel, tangguh, multitasking.
dan ini lah nilai lebih dari perempuan.


adapun ungkapan ungkapan yang saya peroleh di malam ini antara lain


jadilah orang yang luar biasa, karna sudah terlalu banyak orang biasa di dunia ini.


jangan mencoba menjadi orang jahat, karna itu butuh usaha, jadilah orang baik karna inilah sifat asli,kita.


kita adalah anak cucu adam, kapung halaman kita adalah surga, jadi berjualah tuk bisa pulang dengan selamat.


kita asalnya dari surga, karnanya kita adalah orang baik. Seseorang menjadi jahat karena pengaruh lingkungannya yang membuat dia jat.


terlalu banyak orang cerdas, hanya sedikit orang yang jujur.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar